Strategi AAUI Cegah Kecurangan Klaim Asuransi

23 Mei 2019, 20:30 WIB
Liputan6.com, Jakarta Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Dody Dalimunthe mengatakan, pihaknya tengah menggencarkan AAUI checking atau daftar hitam asuransi. Ini berguna untuk memeriksa orang-orang yang berpotensi melakukan kecurangan dalam dalam bisnis asuransi ini. Dengan demikian fraud di industri asuransi dapat ditekan.

"Kalau di BI kan dulu ada sistem informasi debitur (SID) kita juga ada catatan, jika ada data tercantum namanya (orang bermasalah) maka akan ada peringatan kalau dia punya catatan negatif. Hal ini untuk meminimalisir risiko tersebut," kata dia, di Kantornya, Jakarta, Kamis (24/5).

Pihaknya mencatat saat ini penetrasi asuransi di Indonesia tahun ini tumbuh lambat dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini terjadi peningkatan 3,04 persen tumbuh tipis dibandingkan tahun lalu yang hanya 2,9 persen.

Lambatnya penetrasi asuransi tersebut, lanjut Dody, juga diiringi dengan banyaknya kasus fraud atau kecurangan dalam industri asuransi nasional.

Dia menjelaskan fraud terjadi karena pemegang polis yang memiliki itikad buruk dalam memanfaatkan jasa perusahaan asuransi. Fraud jamak terjadi di asuransi perjalanan dan asuransi kendaraan.

"Misalnya dia belanja di luar negeri, pura pura kehilangan dan dia klaim ke asuransi. Dia bisa buat laporan palsu juga untuk klaim palsu. Bilang tasnya merek asli, padahal tidak. Mau dicek barangnya hilang," ungkap Dody.

Sementara kecurangan di asuransi kendaraan, jelas dia, biasanya si pemilik kendaraan yang curang menggunakan modus menciptakan kecelakaan secara sengaja.

"Jadi mereka punya mobil khusus untuk menabrak mobil yang diasuransikan. Mereka ajukan klaim, untuk harga spare part yang mahal, tapi sebelumnya mereka ganti dulu dengan yang bekas. Ketika asuransi memeriksa maka klaim bisa keluar dan seluruh biaya diganti," tandas dia.

Reporter: Wilfridus Setu Embu
Sumber: Merdeka.com

Sumber: Liputan6.com

Go back