Penanganan Khusus Pasien Stroke di RS PON

a:2:{s:4:unit;s:2:h1;s:5:value;s:0:";}

Jumlah pasien stroke dan penyakit terkait gangguan saraf dan otak lainnya setiap tahun meningkat di Indonesia. Apalagi, saat ini masih banyak masyarakat belum menyadari pentingnya menjaga pola hidup sehat untuk mencegahnya.
 
Meningkatnya jumlah pasien dengan gangguan itu, menurut Kepala Bidang Medik RS Pusat Otak Nasional (PON) dr Kemal Imran SPS MARS, membuat pemerintah dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendirikan rumah sakit khusus ini. Apalagi, pasien stroke dan gangguan saraf memerlukan penanganan cepat dan komperhensif untuk menghindarai kecacatan.
 
Saat ini, tingkat kesakitan akibat stroke (serangan otak) mencapai 12,3 per seribu penduduk Indonesia. Menurut Kemal, stroke juga menjadi penyebab kematian terbanyak di sebagian rumah sakit di Indonesia. Itulah sebabnya, masalah stroke menjadi persoalan besar dan ancaman akut bagi kesehatan masyarakat. Untuk itulah, RS PON didirikan, katanya di RS PON, Jakarta, belum lama ini.

Sebelumnya, di Indonesia belum ada rumah sakit khusus yang menangani hal ini. Sehingga, baru pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono RS khusus ini didirikan dan diresmikan pada 14 Juli 2014.

Penderita stroke yang tercatat di RS PON rata-rata berusia di atas 45 tahun. Setiap harinya, ada pasien yang datang dengan beragam kondisi, mulai dari yang ringan hingga paling parah.
  
Untuk jumlah tenaga medis dan fasilitas di RS ini lengkap, berteknologi canggih, dan bisa bersaing dengan rumah sakit di negara-negara tetangga. Makanya, lanjut Kemal, pasien stroke di Indonesia tidak perlu lagi berobat ke luar negeri yang memakan banyak biaya karena di Jakarta pun sudah ada tempat yang tepat. Penanganan pasien pun dilakukan terintegrasi. Para dokter dan tim medis pun sigap menangani pasien, terutama jika ada kasus IGD, ungkapnya.
 
Rumah sakit ini juga menyediakan layanan BPJS, sehingga memudahkan pasien untuk berobat dan tindakan penanganan yang tepat. RS PON juga dilengkapi helipad di gedung yang berlokasi di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, tepat di sebelah gedung Badan Narkotika Nasional (BNN).
 
Sementara itu, Budi Cahya (55 tahun), pasien stroke di RS PON mengaku terbantu dengan fasilitas di rumah sakit tersebut. Pelayanannya pun, menurutnya, cepat dan tidak banyak mengantre, padahal dia terdaftar sebagai pengguna sistem BPJS.
 
Sistem pelayanan di sini baik. Fasilitas fisioterapinya juga tak kalah canggih dengan rumah sakit swasta di Jakarta, ujar kakek dua orang cucu ini.

rep: Aprilia safitri Ramdhani, ed: Dewi Mardiani

Sumber: Republika

Go back