Asing Hanya Boleh Miliki Maksimal 80% Saham Asuransi

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengundang pelaku industri asuransi untuk menyosialisasikan Peraturan Pemerintah (PP) ‎Nomor 14 Tahun 2018 terkait Kepemilikan Asing di Perusahaan Perasuransian‎. Peraturan ini membolehkan investor asing memiliki maksimal 80 persen saham perusahaan asuransi.
Ani, sapaan akrabnya, mengatakan peraturan ini telah dibahas bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dia menyebutkan berdasarkan hitungan DPR, ada 19 perusahaan asuransi yang sahamnya sangat dominan dimiliki oleh asing.
"Oleh karena itu pemerintah menyusun aturan. PP Nomor 14 tidak lahir secara innocent, tapi legacy status yang sudah muncul. Sosialisasi itu merupakan mandat yang diberikan kepada kami saat di DPR," tutur dia di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa, 22 Mei 2018.
Presiden Joko Widodo telah menandatangani PP Nomor 14 Tahun 2018 tentang Kepemilikan Asing pada Perusahaan Perasuransian. Dalam PP ini ditegaskan, Perusahaan Perasuransian hanya dapat dimiliki oleh warga negara Indonesia (WNI) atau Badan Hukum Indonesia yang secara langsung atau tidak langsung sepenuhnya dimiliki oleh WNI.
Lalu, WNI atau Badan Hukum Indonesia bersama-sama dengan Warga Negara Asing atau Badan Hukum Asing yang harus merupakan Perusahaan Perasuransian yang memiliki usaha sejenis atau perusahaan induk yang salah satu anak perusahaannya bergerak di bidang usaha perasuransian yang sejenis.
Batasan kepemilkan asing tersebut tidak ditujukan bagi perusahaan asuransi berbentuk perseroan terbuka, tapi perusahaan asuransi yang baru berdiri. Sedangkan bagi perusahaan asuransi yang telah melebihi kepemilikan asing di atas 80 persen, dikecualikan dalam aturan tersebut. Namun, kepemilikan asing tidak boleh bertambah lagi.
Bagi perusahaan yang baru berdiri, sebanyak 20 persen kepemilikan lokal bisa dipenuhi dari setoran modal warga negara atau Badan Hukum Indonesia. Selain itu, bisa pula dipenuhi dari proses penawaran umum saham perdana (IPO) di pasar modal Indonesia.

(AHL)
Dian Ihsan Siregar

Sumber: Metrotvnews.com

Go back